PERATURAN AKADEMIK

PERATURAN AKADEMIK

A. Pelaksanaan Penilaian

  1. Penilaian Sikap Spritual

Penilaian sikap spiritual dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap spiritual di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Perkembangan sikap siswa di luar jam pelajaran diikuti oleh wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mengikuti perkembangan sikap spiritual dan mencatat perilaku siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku siswa

  1. Penilaian Sikap Sosial

Seperti pelaksanaan peniaian sikap spiritual, penilaian sikap sosial dilakukan secara terus-menerus selama satu semester. Penilaian sikap sosial di dalam kelas dilakukan oleh guru mata pelajaran. Perkembangan sikap siswa di luar jam pelajaran diikuti dan dicatat wali kelas dan guru BK. Guru mata pelajaran, guru BK, dan wali kelas mencatat perilaku (sikap sosial) siswa yang sangat baik atau kurang baik dalam jurnal segera setelah perilaku tersebut teramati atau menerima laporan tentang perilaku tersebut.

  1. Nilai Pengetahuan

Nilai pengetahuan diperoleh dari hasil penilaian harian, penilaian tengah semester, dan penilaian akhir semester yang dilakukan dengan beberapa teknik penilaian. Penulisan capaian pengetahuan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.

  • Hasil Penilaian Harian (HPH) Hasil Penilaian Harian merupakan nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil penilaian harian melalui tes tertulis dan/atau penugasan untuk setiap KD.
  • Hasil Penilaian Tengah Semester (HPTS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian tengah semester yang terdiri atas beberapa kompetensi dasar.
  • Hasil Penilaian Akhir Semester (HPAS) merupakan nilai yang diperoleh dari penilaian akhir semester yang mencakup semua kompetensi dasar dalam satu semester.
  • Hasil Penilaian Akhir (HPA) merupakan hasil pengolahan dari HPH, HPTS, HPAS dengan memperhitungkan bobot masing-masing yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
  • Ketentuan Predikat Nilai Pengetahuan:   
  • Sangat Baik (A) : 86-100                               
  • Baik (B)                 : 71-85                  
  • Cukup (C)            : 56-70
  • Kurang (D)          : ≤ 55
  1. Nilai Keterampilan

Nilai keterampilan diperoleh dari hasil penilaian kinerja (proses dan produk), proyek, dan portofolio. Hasil penilaian dengan teknik kinerja dan proyek dirata-rata untuk memperoleh nilai akhir keterampilan pada setiap mata pelajaran. Seperti pada pengetahuan, penulisan capaian keterampilan pada rapor menggunakan angka pada skala 0 – 100 dan deskripsi.

  1. Nilai akhir semester diperoleh berdasarkan rata-rata skor akhir keseluruhan KD keterampilan yang dibulatkan ke bilangan bulat terdekat.
  2. Nilai akhir semester Keterampilan diberi predikat dengan ketentuan:
  • Sangat Baik (A) : 86-100                               
  • Baik (B)                 : 71-85                  
  • Cukup (C)            : 56-70
  • Kurang (D)          : ≤ 55

Ketuntasan Belajar

Dalam penetapan ketuntasan belajar, sekolah menetapkan kriteria ketuntasan minimal dengan mempertimbangkan tingkat kompleksitas, daya dukung, dan tingkat kemampuan awal peserta didik (intake) dalam penyelenggaraan pembelajaran.

Satuan pendidikan ini menggunakan prinsip mastery learning (ketuntasan belajar). Peserta didik dinyatakan tuntas belajar apabila mencapai Kriteria yang ditetapkan Peserta didik yang belum mencapai KKM harus mengikuti kegiatan remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM mengikuti kegiatan pengayaan.

Penetapan KKM

Setiap mata pelajaran memiliki Kriteria Ketuntasan Minimal sebesar 75 (Kelas  VII, VIII dan IX) untuk seluruh mata pelajaran.

Program Remedial (Perbaikan)

  1. Remedial wajib diikuti oleh peserta didik yang belum mencapai KKM dalam setiap kompetensi dasar dan/atau indikator.
  2. Kegiatan remedial dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
  3. Kegiatan remedial meliputi remedial pembelajaran dan remedial penilaian.
  4. Penilaian dalam program remedial dapat berupa tes maupun nontes.
  5. Nilai remedial maksimal sama dengan KKM.

Program Pengayaan

  1. Pengayaan boleh diikuti oleh peserta didik yang telah melampaui KKM dengan nilai minimal 85 dalam setiap kompetensi dasar.
  2. Kegiatan pengayaan dilaksanakan di dalam/di luar jam pembelajaran.
  3. Penilaian dalam program pengayaan dapat berupa tes dan nontes.
  4. Nilai pengayaan yang lebih tinggi dari nilai sebelumnya dapat digunakan.

Kriteria Kenaikan Kelas dan Kelulusan

1)  Kenaikan Kelas

Peserta didik dinyatakan naik kelas apabila memenuhi kriteria sebagai berikut:

  1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam dua semester pada tahun pelajaran yang diikuti.
  2. Kehadiran mencapai 90 % dari hari efektif dalam 1 semester
  3. Nilai ekstrakurikuler minimal B (Baik).
  4. Deskripsi sikap sekurang-kurangnya BAIK sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.
  5. Penentuan kenaikan kelas diputuskan pada rapat pleno dewan guru

2)    Kelulusan

Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan dasar dan menengah apabila:

a) Nilai Ujian Sekolah = 70 % Nilai Ujian Sekolah Praktik +  30 %  Nilai Ujian Sekolah Tulis

b) NS = Gabungan 30% Nilai Ujian Sekolah dan 70% rata-rata nilai rapor Semester 1,2,3,4,5 untuk SMP/MTs

c) Peserta dinyatakan LULUS jika memiliki nilai rata-rata NS minimum 6,50 dan tidak ada nilai NS di bawah 4,0  untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan

d) Kelulusan dari satuan pendidikan dirapatkan Dewan Guru berdasarkan kriteria kelulusan dengan memperhatikan nilai akhlak mulia

e) Total bobot nilai rapor dan nilai Ujian Sekolah 100% (seratus persen)

f) Nilai Sekolah dilaporkan dalam rentang nilai 0 (nol) sampai dengan 100 (seratus).

PEMBELAJARAN

  1. Menerapkan Kurikulum 2013 sebagai upaya ikut serta mencerdaskan kehidupan bangsa.
  2. Pendidikan Kesangtimuran diberikan agar siswa-siswi SMPK Sang Timur semakin berkembang dalam keutamaan persaudaraan, kegembiraan dan kesederhanaan sesuai dengan semangat pendiri Sang Timur.
  3. Pembelajaran berbasis Teknologi Informasi dan kontekstual, melalui Outdoor Learning, Studi Wisata dan Explore Study.
  4. Pembelajaran dilaksanakan dalam 5 (lima) hari belajar (Senin-Jumat).

EKSTRAKURIKULER

 Kegiatan ekstrakurikuler adalah sarana pengembangan bakat dan minat yang merupakan bagian dari kurikulum.

  1. KEGIATAN WAJIB

            Pramuka adalah kepanjangan dari praja muda karana yang artinya sekumpulan anak muda yang memiliki karya atau sedang berkarya. Dari pengertian tersebut, maka pramuka dianggap sebagai penerus bangsa yang memiliki karya dan kemajuan dalam berfikir, disiplin dan mampu mengatasi tantangan. Pramuka merupakan organisasi atau gerakan kepanduan.

Kegiatan Pramuka dilaksanakan setiap hari Jumat, pukul 14.00 – 15.30. Peserta didik wajib memakai pakaian dan atribut Pramuka secara lengkap.

  1. KEGIATAN PILIHAN

Jenis kegiatan pilihan yang dapat diikuti : Paduan Suara, Basket, Voli, Futsal, Softball, Modern Dance, Tari Tradisonal, Band, KIR, Karawitan, Multimedia, English Club, OSN MIPA. (jadwal menyusul)

Khusus kelas 9 tidak mengikuti esktrakurikuler.

  1. PENILAIAN KEGIATAN

Nilai ekstrakurikuler ikut diperhitungkan untuk kenaikan kelas. Nilai minimal : B (baik)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s